Tunggu, sedang memuat. . .

Gunung Rinjani Berstatus Waspada

Mataram (suarantb.com) – Pengamatan terkini yang dilakukan Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)  Badan Geologi Kementerian ESDM pada Senin, 25 September 2017 sejak pukul 00.00-24.00 Wita terpantau adanya aktivitas dari Gunung Rinjani. Bahkan, aktivitas terkini, Rinjani masuk dalam level II alias waspada.

Dalam rilis yang diterima suarantb.com, Selasa, 26 September 2017 tidak terlihat asap yang muncul dari kawah Rinjani. Gunung yang berlokasi di Pulau Lombok ini terlihat jelas. Hanya saja, tercatat terjadinya sejumlah gempa tektonik jauh sebanyak 16 kali dengan amplitudo 7-52 milimeter dan durasi 35-130 detik.

Loading...
Baca juga:  Keberadaan Ojek di Rinjani, BTNGR Carikan Solusi

Atas kondisi ini masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas atau berkemah di dalam area tubuh Gunung Barujari, termasuk di area lava baru dan seluruh area di dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Gunung Barujari.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani, Mutaharlin menyatakan pendakian diperbolehkan, kecuali di seluruh bagian tubuh Gunung Barujari. “Karena material lava letusan masih bertemperatur tinggi dan tidak stabil. Sehingga rawan untuk terjadi rockfall atau longsoran batu,” ujarnya.

Meskipun tidak dapat dipastikan, namun potensi letusan Gunung  Rinjani masih ada. Masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di luar radius 1,5 kilometer dari Gunung Barujari dan sekitar Gunung  Rinjani diharapkan untuk selalu menyiapkan masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata jika terjadi letusan abu.

Baca juga:  Begini Reaksi Warganet Soal Keberadaan Ojek di Rinjani

“Masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharap untuk tetap tenang, namun tetap menjaga kewaspadaan, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Rinjani yang tidak jelas sumbernya,” imbuhnya. (ros)

Recent search terms:

tempatwisataindonesia.id
Review
5
/* */